Dasar-Dasar Untuk Membuat Antenna Sendiri

Dasar-Dasar Untuk Membuat Antenna Sendiri

Secara fisik Antena terdiri dari 4 macam yaitu, Isotropic, OmniDirectional dan Directional dan Aplication-Spesific.  Dan untuk untuk type atau  jenis-jenis antenna sangat banyak seperti, Batwing antenna, Biconical antenna, Cage aerial, Choke ring antenna, Coaxial antenna, Crossed field antenna, INI MASUK dalam kategori OMNIDIRECTIONAL. Sementara sebatas itu dulu, untuk lebih lengkapnya bias Baca Kategori Antena dan Jenis-Jenisnya. Kita lanjut dengan pengetahuan dasar atau penunjang dalam pembuatan Antena.

Para pelaku Amatir Radio komunikasi dua arah, memiliki radio saja tidak cukup jika tidak didukung dengan Antena. Antena yang dijual dipasaran dengan berbagai merk dan jenis, dimulai dari ¼ Lambda hingga 1 lambda dengan kekuatan RF yang berlipat dengan system COLLINEAR atau YAGI BEAM.

Sebelum kita mencoba untuk membuat Antena untuk Radio, Harus diketahui terlebih dahulu dimana Band yang bekerja di radio kita, Apakah Band HF, VHF atau UHF. Kemudian berapa impedansi output radio tersebut, umumnya 50ohm atau sesuai spesifikasi radio. Intinya apapun bentuk dari Antena yang kita pakai, harus ber-impedansi mendekati 50ohm, atau disebut Matching. Jika di SWR terbaca sebagai SWR 1,1:1. Contoh Antena yang memilik resistan 50ohm adalah Dummyload ( Antena yang tidak memancar ).
Dan Antena yang ber-impedansi 50ohm adalah antenna ¼ Lambda Vertikal ( Groundplane ) atau juga ( Dipole ) horizontal dengan Gain 1db atau RF ouput 10watt  radio akan di pancarkan sebesar 10Watt juga oleh Antena. Rumusnya adalah db X Watt= ANT Out.
Misalnya 3db yang dimiliki Antena, output radio 10watt, maka antenna akan memancar dengan output sebesar 30Watt. Tapi ini hanya berlaku untuk Antena dengan VSWR 1,1:1 atau dengan kata lain tidak memiliki loss ( RF balik ).

Antena ¼ lambda adalah Antena yang sangat bagus, ini dikarenakan memiliki High Power atau mempunyai arus tertinggi pada gelombang sinus. Dalam satu kali rambatan ( wave/gelombang ) terjadi delapan kali ( 8X ) getaran periode gelombang. Oleh karena itu, 1 lambda di bagi 8 derajatdengan ragam Antena seperti 1/8, 2/8, 3/8, 5/8 dan seterusnya.

Rumus untuk menghitug Panjang Antena dalam satuan METER:

( 300/Frek mhz ) : 4 = …. ( Meter )

Jika Antena menggunakan logam maka dikurangi 5% ( 5% adalah perpendekan rambatan pada logam )

Contoh :
Frekuensi kerja pada Band VHF 145mhz

Maka : ( 300/145 ) = 2,1
           2,1 : 4       = 0,525 meter

Atau sekitar 50cm 25ml
Jika untuk logam menjadi
0,525 – 5% = 0,49 atau 49cm

Jika kita mendengar ada Antena yang sudah Matching, itu artinya antenna memiliki impedansi sesuai dengan yang dibutuhkan radio transmitter. Yaitu impedansi 50 ohm dan VSWR pada 1,1:1.

Antena 1/4 Lambda mempunyai kekuatan 1db, berarti hanya mengeluarkan power berbanding sama dengan output radio. Untuk mengikatkan power yang berlipat banyak maka carilah antenna yang menawarkan db yangg lebih besar, umumnya pada antena VHF,ini karena dimensi antena cukup memadai, seperti pada antenna 5/8 lambda, 7/8 lambda atau 1 lambda penuh yang dikenal dengan antenna loop (3db), malah banyak menguatkan gain dengan kelipatan antena 2 x 5/8 L, 3 x 5/8 L, contohnya antenna Hy gain (2x5/8), F23 (3x5/8), G7(3x5/8). Terkadang karena ingin lebih luas, para amatir lokal membuat antena 4x 5/8L hingga 5x5/8L menggunakan sistem  collinear.

Antena 5/8Lambda impendasinya tidak 50Ohm, ini berbeda dengan antenna 1/4Lambda, maka perlu dibuat menjadi 50Ohm, dengan cara membuat short coil ( antenna Hy-Gain/G7) atau dengan cara memasang Capasitor (Antenna F23) agar impendasi feedpoint antena menjadi 50ohm pada Frekuensi kerjanya.

Jika Feedpoint Antena sudah di 50Ohm, hubungkan kabel penyalur (Coax), yang berimpendasi 50 ohm, sepanjang kelipatan 1/2 panjang gelombang sesuai frekuensi kerjanya. ( caranya dikalikan Velocity Faktor kabel( perpendekan), sesuai tabel Velocity kabel, rata2 yg teplon 66%, foam 80%), semakin panjang kabel semakin besar lossis kabel ( Tabel), yang dapat mengurangi power output ke antenna dan akhirnya yang di lontarkan antenna sesuai input power yang keluar dari coax. maka jika ingin baik pergunakan kabel penyalur(coax) yang velocitynya tinggi, contohnya kabel LMR,LDF(xeliax), belden 9913, atau lainnya yang ber velocity tinggi diatas 80%.

Type Kabel : Download disini


 https://www.belden.com/resourcecenter/tools/cablefinder/upload/06-3_15.pdf 

DB Gain Antennas :
Baiklah, itu dulu ulasan dasar dasar untuk membuat Antena, Ini dikhususkan untuk saya sendiri yang juga masih belajar, Dan jika bermanfaat untuk rekan rekan, maka itu suatu kebaikan buat Anda semua.
Sumber : Wikipedia.com, antenna332 .

ARTIKEL YD9RSG LAINNYA

BAGIKAN ARTIKEL!

BERI KOMENTAR!
SEMBUNYIKAN KOMENTAR

Disqus Comments