Demi Bermain Saham Bitcoin, Keluarga Ini Nekat Pertaruhkan Seluruh Hartanya

Demi Bermain Saham Bitcoin, Keluarga Ini Nekat Pertaruhkan Seluruh Hartanya

Bermain Saham Bitcoin, Untungkah? - Sejak Satoshi Nakamoto menciptakan mata uang digital Bitcoin dengan landasan blockchain berbasis peer to peer di tahun 2009 lalu, hingga kini semakin banyak orang menambang bitcoin. Bahkan sejak saat itu, mulai banyak orang mendirikan perusahaan investasi yang berdasarkan pada pertukaran mata uang digital Bitcoin dan USD atau ke mata uang fiat lainnya.

Harga 1 bitcoin saat ini diperkirakan mencapai kisaran 81 juta jika dalam rupiah, ini hanya pergerakan selama satu minggu terakhir dimana sebelumnya berada pada kisaran 71 juta. Buat kamu yang ingin tahu apa itu Bitcoin bisa baca [ Sejarah Bitcoin: Ini Penemu dan CEO Uang Digital ]Lihat Gambar dibawah ini.

Dengan level yang setinggi itu, Bitcoin saat ini harganya lebih mahal daripada satu koin emas yang kurang lebih seberat 4,25 gram untuk ukuran uang Dinar. Dengan kenyataan itu tak elak banyak orang yang terjun ke bursa saham Bitcoin atau sekedar pertambangan gratis hanya untuk bisa meraih bitcoin. Lihat juga Spot market pada penutupan malam senin 23 Oktober 2017, dilaman Bitcoin Indonesia.

Dengan semakin banyaknya peminat bitcoin, sejak uang elektronik ini dibuat hingga kini, ada sekitar 100 miliar dolar AS yang beredar dipasaran, atau jika dirincikan satu Bitcoin saat ini adalah seharga kurang lebih 5.800 Dolar, jika dibagi maka Mata Uang Bitcoin yang saat ini beredar dipasaran ada sebanyak 17241379 (Tujuh belas juta sekian-sekian Bitcoin), ini seluruh dunia.

Sebenarnya saat ini ada banyak jenis mata uang Digital (Crypto) yang beredar, seperti Litecoin, Ethereum, Dogecoin, Monero XMR, DASH, Dashcoin (DSH) 20 lebih lainnya. Namun Bitcoin masih tetap yang paling tinggi nilainya.

Satu Keluarga Nekat Pertaruhkan Seluruh Hartanya untuk Main Saham Bitcoin

Dengan melihat sedikit kenyataan seperti yang saya uraikan diatas tentunya tidak sedikit orang yang memang menggali dan berusaha untuk mendapatkan Bitcoin. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, seperti menggali atau menambang dari situs kran gratis (Cara yang sangat lama), ada yang juga menambang Bitcoin dengan peralatan baik manual maupun otomatis ( Otomatis seperti Cloud Mining, dengan Investasi kecil), dan ada juga dengan jalan bursa atau trading crypto, ini kalau yang populer mungkin mirip seperti FOREX atau sejenisnya.

Terlepas dari untung dan tidak, dalam beberapa kasus bahwa ada yang untung dan juga buntung. Yang jelas terjun ke dunia trading mata uang digital ini benar-benar bersiko tinggi, dimana harga selalu berubah setiap saat mengikuti fluktuasi.

Berinvestasi atau mengikuti trading adalah hal wajar, jika dilakukan dari sebagian penghasilan kita semisal gaji dan berharap bisa untung besar. Seperti yang sudah saya sebut, bermain saham sangat beresiko tinggi terlebih bagi pemula. Sejujurnya sayapun belum pernah mengikuti hal semacam itu, saya lebih memilih menambang secara aman, semisal mining Cloud.

Tapi baru-baru ini saya sempat terkejut, saat melihat satu judul berita dimana disebutkan ada satu keluarga di Belanda yang nekat menjual semua harta miliknya, seperti tanah, kendaraan hingga rumah hanya untuk mengikuti investasi saham Bitcoin. Bagi saya ini cukup gila, betapa tidak, investasi yang dia ikuti baru akan bisa dituai sekitar Tahun 2020.

Setelah tidak lagi memiliki rumah serta harta lainnya karena semua sudah dipertaruhkan di saham Bitcoin, satu keluarga ini tinggal di sebuah perkemahan. Apakah ini berebihan? Menurut saya iya. Tapi tentu saja tidak bagi Didi Taihuttu, istri, dan tiga anak serta kucing mereka.

Setelah semuanya tidak ada lagi, saat ini dia menikmati hidupnya dengan tinggal diperkemahan, sambil tetap menunggu hasil inevstasinya.

Dikutip dari laman CNBC, disebutkan satu keluarga ini berjumlah 5 orang plus satu peliharaannya yaitu kucing, setelah menjual rumah seluas 2,500 meter persegi, pindah dan tinggal di perkemahan.

Menurut Didi, ia tidak menyesal dengan apa yang sudah dialakukannya, dan yakin invesatasinya kan berhasil.

"Kami memang menjual apa yang kami miliki. Saya pikir kami, sebagai keluarga, akan tetap bahagia dan menikmati hidup," ujar Didi seperti dilansir CNBC.

Tanggapan Keluarga Didi Taihuttu

Masih dari laman yang sama, Kakak-kakak Taihuttu menganggap keluarga Taihuttu gila, bahkan tak mampu mengentikan kecanduan keluarga Taihuttu untuk bermain Saham.

Tapi apa mau dikata, disaat kepercayaannya sudah hilang terhadap sistem keuangan yang ada saat ini, maka ia memilih Crypto sebagai jalan terakhir.

"Banyak orang telah kehilangan kepercayaan mereka terhadap sistem moneter saat ini," katanya. "Dan saya pikir saham kripto-kardiak merupakan alternatif besar bagi orang-orang itu."

Sementara itu, menurut Tom Lee, Kepala penelitian di Fundstrat mengatakan dengan jumlah Bitcoin yang beredar saat ini yang sekitar 100 miliar, diperkirakan akan mencapai setidaknya 1 Triliun Dolar dalam waktu kurang dari satu Dekade.

Dengan banyaknya prediksi yang positif tentang masa depan Bitcoin, hal itu menambah yakin keluarga Taihuttu, meskipun kenyataannya memang aset spekulatif seperti bitcoin tetap rentan terhadap pergerakan harga dalam waktu yang sangat singkat alias fluktuatif.

Artikel diatas bisa juga disaksikan melalui video yang diunggah oleh Akun Cointelegraph berikut ini:

ARTIKEL YD9RSG LAINNYA

BAGIKAN ARTIKEL!

BERI KOMENTAR!
SEMBUNYIKAN KOMENTAR

Disqus Comments